Written on 10:49 PM by Gredinov Sumanta Malsad
wah.. udah lama sekali tidak menulis sesuatu hal yang dianggap "berat" sama orang-orang di blog ini..
apakah terlalu sibuk untuk mencari sesuatu untuk ditulis?
apakah sisi jurnalis dan intelektualitas saya udah menurun? (maybe)
hahahaha..
tidak tidak tidak..
sebenarnya udah ada beberapa tulisan yang lagi dibuat, tapi.. lagi-lagi ada tapinya.. tapi setiap tulisan yang lagi dibuat malah stuck ditengah jalan.. entah kehabisan ide, bahan atau mood hilang..tapi tenang aja.. akan tetap muncul tulisan yang lagi benar-benar saya tulis.. yaitu "hilangnya solidaritas dalam ibadah jamaah"
apakah itu?
hmmm...
secara singkat saya memikirkan seharusnya ibadah berjamaah itu bisa memunculkan sisi solidaritas seorang manusia terhadap manusia lainnya..
tapi melihat realita saat ini, hal itu menghilang dan tidak tampak dipermukaan..
yaahh..
make a wish aja semoga nih tulisan bisa kelar.. :D
Posted in
my day
|
Written on 4:11 PM by Gredinov Sumanta Malsad
Kegelapan malam itu telah membawah diri ini kepada sebuah perasaan yang aneh. Perasaan yang baru pertama kali dirasakan, dan tidak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata. Anda kegelapan kota malam itu tidak ada, maka perasaan ini pun tidak akan pernah muncul. haruskah aku bersyukur akan gelapnya malam itu? atau kah aku harus mencacinya? karena gelap itu telah memberikan perasaan aneh ini.
udara pagi kota ini terlalu dingin dan menusuk tulang ku ketika aku akan pulang dari kegelapan itu. namun, hanyalah kegelisahan tak menentu yang ada karena disebabkan perasaan aneh itu. rasa dingin pun menjadi sirna, menjadi rasa panas di dada ketika mengingat darimana perasaan itu muncul. entah kenapa ada perasaan aneh seperti ini? takdirkah ini? ataukah hanya kebetulan semata?
jika aku boleh meminta kepada gelap malam itu. kau tidak perlu datang wahai gelap malam! karena aku tau perasaan aneh itu tidak nyata. perasaan aneh itu hanyalah khayalan dan mimpi mimpi yang tak mungkin terwujud. terkutuklah wahai kau gelap malam itu. karena aku hanya bisa membuat aku menertawakan diri ku sendiri yang sedang dalam kebimbangan ku.
terbuang oleh
gredinov sumanta malsad
Posted in
my day
|
Written on 11:45 PM by Gredinov Sumanta Malsad
Terkadang saya berpikir, buat apa hidup ini. Kecil-kuliah-kerja-nikah-mempunyai anak, dan berulang kembali ke awal. Apakah manusia hanya menjalani siklus seperti ini saja dalam hidupnya? Ibarat kan sebuah siklus yang selalu berputar dan tidak akan ada kunjung usainya.
Mungkin banyak orang berkata, ngapain terlalu dipikirkan..tapi saya kemudian terbesit dipikiran saya, buat apa manusia memiliki otak jika tidak digunakan untuk berpikir? Kemudian, ada yang berkata kepada saya "let it flow aja ger dihidup ini". Apakah kita akan tetap berkata "let it flow aja" ketika kita akan dibawa kecomberan?
Memang hal ini agak memusingkan, tp apakah tujuan hidup ini sebenarnya?
@Himpunan Ose
Posted in
my day
|
Written on 7:30 PM by Gredinov Sumanta Malsad
Hari ini ketika sampai dibandung, gw sangat kesal banget ketika dengar berita tentang masalah di himpunan gw. Gw mendapat 'gosip' tidak enak mengenai kehimpunanan, dimana ada oknum-oknum yang tidak menghargai 'Jaket biru dongker himpunan'. Terutama oknum-oknum itu sendiri belum tau apa-apa tentang himpunan. Awalnya gw berusaha untuk positif thinking dan tetap stay cool aja menanggapi gosip yang gw dengar ini, tapi lama kelamaan emosi gw mulai terpancing. Jujur, gw akan sangat respek sama seseorang jika orang itu respek kepada kita.
Beberapa hal yang membuat gw tidak respek terhadap seseorang itu antara lain :
1. Mereka menjudge sesuatu yang tidak mereka ketahui secara pasti

2. Mereka suka bermain belakang
3. Orang yang tidak mau bertanggung jawab
Hal inilah yang mungkin membuat gw tidak respok terhadap mereka suatu saat nanti jika ternyata gosip yang diberitakan ini terbukti benar. Belum lagi ternyata mereka tidak menghargai angkatan atas yang berusaha untuk mengumpulkan mereka untuk "kopi sore"
, dengan cara tidak datang ke acara tersebut. Padahal demi acara perkenalan BP (badan pengurus) di acara kopi sore itu, gw bela-belain ke bandung naik motor dari jakarta, dan belum sempat makan sama sekali agar tidak telat dan dapat hadir di acara "kopi sore" tersebut.
Dan kali ini, sikap mereka sudah kelewatan dan melunjak dibanding sebelum-belumnya. Entah bagaimana kedepannya jika awalnya saja mereka sudah seperti sekarang.
Satu keluarga bukan berarti satu kepala kawan..Tapi satu keluarga memiliki suatu ikatan..
Posted in
my day
|
Written on 12:17 AM by Gredinov Sumanta Malsad
mungkin banyak yang bertanya, kenapa judulnya Lagu cinta Vs Lagu perjuangan.
Sebenarnya sih judul ini hanya sebagai perumpamaan, dimana gw dalam seminggu ini ketika di jakarta berpikir banyak tentang hidup gw. Lagu cinta menggambarkan sesuatu yang popular sehingga disukai banyak orang, sedangkan lagu perjuangan menggambarkan ketika gw berusaha memperjuangkan sesuatu yang gw anggap benar.
Dalam seminggu ini gw banyak memikirkan kehidupan gw kedepannya ingin seperti apa. Bahkan gw berusaha untuk feedback ke belakang. Well, memory gw ternyata ga cukup bagus untuk mengingat kenangan apa saja yang tersisa di masa SD, SMP, dan SMA. Ketika gw semakin berusaha keras mengingatnya, hasilnya adalah NOTHING!! Tidak ada satu pun kenangan yang sangat berarti di otak gw ketika masa-masa itu. Bukan seperti kebanyakan orang diluar sana, yang memiliki sesuatu untuk di kenang di masa tua nya nanti.
Yah, mungkin ini ga meaning banget buat kebanyakan seseorang. Ketika gw bertanya apa tujuan hidup gw, buat apa gw hidup, kenapa gw hidup dan sebagainya.
Pertanyaan ini sumpah basi banget. Tapi setiap gw bertanya hal itu, semakin gw kehilangan arah. yeah, "i lost in my way" Semakin bingung gw memilih lagu cinta atau lagu perjuangan. Dimana ketika gw memilih lagu cinta, maka gw akan memiliki hidup normal seperti kebanyakan orang jaman ini. Tapi ketika gw memilih lagu perjuangan, maka gw akan berusaha memperjuangkan apa yang gw anggap benar walaupun belum tentu dianggap orang lain benar, lalu mungkin gw akan kehilangan kehidupan normal seperti kebanyakan orang.
Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati gw yang paling dalam, andaikan gw memilih lagu cinta, dan hidup seperti kebanyakan orang. Tapi ketika gw memilih lagu perjuangan, kebanyakan orang disekitar gw tidak menyukai hal itu. Mungkin cara memperjuangkan sesuatu yang gw anggap benar itu salah, atau gw terlalu radikal dalam memperjuangkannya. Semakin gw memilih lagu perjuangan ini, semakin gw merasa sendiri di dunia ini. Semuanya menghilang, teman-teman, masa depan, bahkan kenangan.
Hal ini begitu menyakitkan dan membingungkan buat gw. Terkadang ingin rasanya menyakiti diri sendiri karena gw udah muak dengan rasa sakit dan bingung gw ini. Menangis. Ingin sekali rasanya melakukan itu. Tapi aku cuma bisa pergi kebukit yang tinggi dan melihat pemandangan kota. Merenung disana. Dan bermelankolis disana. Menanti dan terus berjalan. Berharap ada seseorang yang datang memberikan ku sebuah jawaban.
"I'm an idealist. I don't know where i'm going, but i'm on my way."
kata-kata ku adalah kebisuan yang terkekang
hingga kebisuan itu sirna ditelan hening malam
Posted in
my day
|
Written on 2:19 AM by Gredinov Sumanta Malsad
Kehidupan, Kematian..
Bukankah itu pasti didapat?
Kenapa kita harus menyesal?
Kehidupan, kematian..
Bukankah itu hal yang wajar?
Kenapa kita musti khawatir?
Kehidupan, Kematian..
Bukankah itu inti dari dunia?
Kenapa kita musti takut?
Kehidupan, kematian..
Bukan sebuah awal dan akhir..
Kenapa kita musti ragu menjalaninya..
Nb : tulisan ini aku persembahkan kepada almarhum Hj. Basri Tamim yang telah berpulang dari sebuah persinggahan yang bernama bumi ini pada tanggal 07 Desember 2008 jam 14.00. Beliau adalah kakek saya yang memberikan banyak masukan kepada saya. Semoga perjalanan beliau di bumi ini akan selalu dikenang oleh para sahabat, dan sanak saudara.
Posted in
my day
|
Written on 2:55 AM by Gredinov Sumanta Malsad
21 tahun
sering membuat aku lupa
telah berkurang waktu ku
21 tahun
sering membuat aku lupa
bahwa aku sering melupakan Yang Kuasa
21 tahun
terkadang aku tersadar
bahwa aku hanyalah manusia
yang terlalu kecil dimata tuhan
selain tulang dan ruh ini
21 tahun
terkadang aku tersadar
bahwa Tuhan tidak melihat harta dunia
melainkan jiwa yang ada bersama tulang ini
21 tahun
terkadang aku tersadar
bahwa melewatinya tidak lah mudah
melainkan menjadi bijak dan dewasa lah jalannya
Walau Einstein menemukan teori relativitas
tergantung dalam keadaan apa kita berada
Namun Tuhan telah berkata,
“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.
Sekular barat berkata,
“Waktu adalah dollar di dalam kantung”
Namun Hasan Al-Bana berkata,
“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.
Waktu…..
Alam terus menari dalam simfoninya
Waktu…..
Umur manusia didikte olehnya
Waktu….. setiap detaknya
memakukan kita di persimpangan jalan
jalan Tuhan atau jalan setan
21 tahun…..
semoga tak melalaikan aku
tuk terus berjalan di jalan-Nya
Posted in
my day
|
Written on 7:54 PM by Gredinov Sumanta Malsad
ku merindukan masa lalu
masa lalu yang tak kembali
ku merindukan masa lalu
masa lalu yang tak sempat ku jalani
ku merindukan masa lalu
masa lalu bersama-sama
ku merindukan masa lalu
walau tak satu pun merindukan ku
Posted in
my day
|
Written on 2:06 AM by Gredinov Sumanta Malsad
Mungkin ketika kita pertama mendengar kalimat “nasionalisasi”, yang kita bayangkan adalah sesuatu yang anarkis, pengembalian aset-aset negara yang dikelola oleh asing, atau bahkan sesuatu yang buruk. Tapi kata nasionalisasi yang akan saya gunakan disini adalah sebuah kata yang melambangkan bahwa ada sesuatu yang bersifat nasional yang merupakan hak-hak dari setiap manusia, dengan demikian maka sesuatu itu harus bisa diakses oleh semua orang yang terdapat didalam sebuah negara tersebut. Sedangkan pendidikan disini adalah sebuah instansi yang termasuk memiliki peran besar dalam pembentukan masyarakat, bangsa dan negara. Dan pendidikan itu haruslah mengajarkan seorang anak manusia menjadi manusia dewasa seutuhnya. Yang dimaksud seutuhnya disini adalah bagaimana sebuah instansi pendidikan mencakup faktor raga dan jiwa yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Jika kita melihat pendidikan kita hari ini, esok dan kemarin, kita bisa menemukan banyaknya kebobrokan dalam pendidikan kita. Bila merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945, tersebutkan dalam pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan pada ayat 2 disebutkan bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Tapi kenapa masih banyak warga negara yang tidak mendapatkan pendidikan dasar? Ini terbukti masih kurangnya kesadaran masyarakat kita untuk menuntut pendidikan setinggi-tinggi nya. Ini seharusnya kewajiban pemerintah untuk menyentuh semua lapisan masyarakat agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan juga saat ini telah menjadi sebuah industri. Bukan lagi sebagai sebuah upaya pembangkitan kesadaran pemikiran kritis. Pemikiran kritis para peserta didik pun di ubah menjadi sebuah follower pemikiran. Sistem pendidikan di indonesia seharusnya menciptakan anak bangsa yang memiliki sensitifitas terhadap lingkungan hidup dan krisis sumber-sumber kehidupan, sehingga pendidikan bisa menghasilkan orang-orang yang dapat benar-benar membangun bangsa dan negara ini.
Bagaimana hal ini bisa terwujud sementara di berbagai daerah, pendidikan pun masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Mulai dari kekurangan tenaga pengajar, fasilitas pendidikan yang tidak memadai hingga sukarnya masyarakat untuk mengikuti pendidikan karena permasalahan ekonomi dan kebutuhan hidup? Pada beberapa lapisan masyarakat, anak-anak yang memiliki keinginan sekolah harus membantu keluarga mereka untuk mendapatkan nafkah hidup karena semakin sukarnya akses masyarakat terhadap sumber kehidupan mereka. Pemerintah tidak memberikan akses yang mudah untuk sumber kehidupan rakyat kecil, dan tidak juga membuat mereka menyadari betapa pentingnya sebuah pendidikan.
Bahkan saat ini hasil dari instansi pendidikan kita pun hanya menghasilkan buruh-buruh baru yang sesuai dengan kemajuan jaman yaitu jaman kapitalis. Mungkin buruh yang dihasilkan ini agak sedikit berbeda, karena buruh yang dihasilkan adalah buruh yang berotak tidak hanya berotot. Tapi sekali buruh, tetaplah buruh. Walaupun berotak tapi sayangnya otak mereka sudah penuh dengan doktrin-doktrin yang mengatakan bahwa lulus cepat dan kerja dengan gaji besar tanpa memperdulikan derita orang-orang sekitarnya.
Negeri kita ini sepertinya sangat suka mengkotak-kotakan rakyatnya berdasarkan aturan main feodalisme yang mungkin merupakan bagian budaya kita yaitu budaya timur. Seperti kereta api, pendidikan kita pun dipisah-pisahkan berdasarkan kelas-kelas seperti kelas eksekutif, bisnis, atau ekonomi yang menurut saya hanya pantas untuk ditempati oleh hewan-hewan ternak, dikarenakan tidak layaknya kelas ekonomi itu untuk mengangkut manusia didalam sebuah kereta.
Tapi apa yang menyebabkan sebuah komunitas terdidik terlepas dari dunia-nyatanya? Apakah itu semata dorongan kemalasan dan gengsi untuk turun ke lapangan? Atau paradigma yang digunakan memang membatasinya untuk melihat dunia-nyata? Disini bisa dikatakan bahwa semuanya bekerja secara sinergis dalam membatasi ‘penglihatan’ terhadap dinamika masyarakat. Hilangnya klasifikasi kelas-kelas pendidikan yang berdasarkan ekonomi ini harus dihilangkan! Ini sangatlah penting untuk mewujudkan nasinalisasi pendidikan agar pendidikan itu bisa dinikmati oleh semua golongan, dan berkurangnya kesenjangan sosial di negara ini!
Negeri Ini sudah Merdeka Kawan!!
Tapi kenapa kalian pemuda-pemudi indonesia masih terjajah pemikirannya!!
Untuk Generasi sesudah kita dan kebangkitan Indonesia!!
Dari komunitas mahasiswa terbuang
Gredinov Sumanta Malsad
Posted in
ilmu kah?,
my day,
our day,
selingan
|
Written on 1:28 AM by Gredinov Sumanta Malsad
Pernahkah kita berpikir sejenak untuk apa pembangunan yang berada di kota-kota saat ini?
Kemanakah orientasi pembangunan kita saat ini? Mungkin kita semua pernah mendengar PELITA (Pembangunan Lima Tahun) dan PESATA (Pembangunan Satu Tahun). Hal ini ditujukan agar sebuah pembangunan dapat terlaksanakan secara kontinu dan tersusun dengan rapi. Tapi sekali lagi pembangunan itu untuk apa? untuk siapa? Kemanakah orientasi pembangunan kita?
Apakah pembangunan kita untuk memakmurkan kesejahteraan semua masyarakat? atau kah hanya untuk memakmurkan masyarakat pemegang modal saja?
Apakah pembangunan kita untuk meningkatkan produktifitas masyarakat? ataukah hanya untuk meningkatkan konsumtif masyarakat saja?
Apakah orientasi Pembangunan kita untuk Manusia? ataukah untuk sebuah modal dengan angka-angka?
Kemudian kelak, kita semua yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu..
salam hangat untuk pembangunan indonesia..
Posted in
my day,
our day,
selingan
|
Written on 11:38 PM by Gredinov Sumanta Malsad
Salah saya kalau saya melankolis?
Salah orang tua saya kalau saya melankolis?
salah teman saya, tuhan saya?
salah siapa donk?!?!
Posted in
my day
|
Written on 12:50 AM by Gredinov Sumanta Malsad
Terkadang ketika gw ingin memaksakan diri, ya akhirnya tewas juga deh.. berusaha untuk bijak dalam hidup pun akhir nya kerap kali terbentur oleh realita yang membuat dada kita ini sesak...
Akhirnya gw pun bisa tertidur dengan nyenyak dari kemahasiswaan ITB setelah selama ini tidak bisa tertidur dengan nyenyak nya..
hoaaaammm...
only my lonely night
Posted in
my day
|
Written on 3:10 AM by Gredinov Sumanta Malsad
"Semangat", itu kata yang disebutkan salah seorang teman gw adeline Biologi '05 dan dia mengirimkan foto gw ketika malam penutupan INKM 2008...
Mungkin malam itu, adalah saat-saat terakhir gw melihat keramaian dan bisa aktif di ITB ini...
Mungkin juga gw ga bakal bisa liat kampus tercinta gw ini. Tapi kemudian seseorang berkata "don't be silly, perjuangan lo belum berakhir.", yang dia katakan memang benar...
Di dunia yang kita tempati ini, kita haruslah "sabar dan bego" dalam menjalani-nya.. J
ika gw hanya tersandung batu seperti ini saja sudah menyerah, bagaimana gw bisa mencapai cita-cita gw yang sangatlah muluk itu?
Dan gw sadar, dengan keluar dari ITB, bukan berarti lilin di hati gw ini akan padam.. dari dulu gw memang sudah sering di ingatkan oleh orang yang dekat sama gw saat itu (anak UI), dan sampai detik-detik terakhir gw mendekati ujian perbaikan pun banyak orang yang menasehatin gw..
Tapi ini memang jalan yang gw pilih dan gw harus bisa menerima konsekuensi atas apa yang gw lakukan...
Mungkin banyak orang bilang masa depan gw ga jelas, ga cerah atau apalah..
Tapi, 1 hal yaitu "Masa depan gw berada di tangan gw sendiri..!! dan gw akan tetap menjalani hidup gw untuk mencapai cita-cita gw dari dulu.."
Posted in
my day
|
Written on 8:21 AM by Gredinov Sumanta Malsad
Selamat pagi duniaaa….!!
itu hal pertama yang terlintas dibenak gw ketika pertama kali bangun tidur..
entah kenapa hari ini gw bisa bangun jam setengah 8, padahal tadi gw tidur jam 5 pagi..
dan hari ini gw begitu bersemangat menyambut matahari pagi yang bersinar, kerasnya hari ini, dan kejam nya dunia diluar sana..
hari ini banya harapan dan mimpi mulai tumbuh di benak gw..
waaaaaa…. gw udah lama ga merasa kayak ini..
kenapa ya???
hahahaha… sekarang gw mengetik sambil dengar lagu l’arc en ciel *ready steady go*
seperti gw saat ini, siap ke kostan untuk mandi dan menjalani aktifitas gw…
hohohoh..
semoga semangat gw seperti ini terus…
Posted in
my day
|
Written on 6:40 PM by Gredinov Sumanta Malsad
This is a public service anouncement, this is only a test
Emergency evacuation process
May Impair your ability to operate machinery
Can’t quite tell just what it means to me
Keep out of reach of children, don’t you talk to strangers
Get your philoshophy from a bumper sticker
Warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
Without. Alright.
Mental homes and safety self communities.
Did you remember to the pay the utility?
Gosh Darn Police Line You Better Not Cross!
Is it the cop, or am I the one thats really dangerous?
Sanitation, expiration date, question everything.
Oh shut up and be a victim of authority
Warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
Without. Alright.
Mental homes and saftey shelf communities.
Did you remember to pay the pay the utility?
Gosh Darn Police Line You Better Not Cross!
Is it the cop, or am I the one that’s really dangerous
Sanitation, expiration date, question everything.
Oh shut up and be a victim of authority
Warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
Say warning. Live without warning
This is a public service anouncement, this is only a test
Hidup ini tanpa ada peringatan. Begitu juga terjadi pada diri gw kemaren jam 1.30 dini hari, gw tiba-tiba mendapat telepon dari nyokap gw yang mengabarkan bahwa almarhumah Oma gw udah berpulang ke rahmatullah.
Yang membuat gw sangat menyesal disini, gw tidak dapat bertemu oma gw untuk terakhir kalinya dan tidak dapat menemani disaat akhir hayatnya. Jika gw sempat mendapat peringatan sebelum hal ini terjadi, mungkin gw dari 2 minggu kemaren di jakarta, gw ga bakal balik-balik kebandung dulu sampai hari ini. Karena 2 minggu kemaren, gw ketemu oma gw dan beliau masih dalam keadaan sehat-sehat saja. Dan kenapa ortu gw tidak memberi kabar bahwa beliau dirawat di rumah sakit pada hari itu.
Mungkin lagu ini kurang cocok dengan kejadian meninggalnya almarhumah oma gw. Tapi disini yang ingin gw tekankan adalah hidup ini tanpa peringatan. Kita harus siap sedia untuk menghadapi hari esok, jangan sampai kita menyesal kemudian hari.
Hidup ini adalah cobaan teman.
segala senang dan susah semua itu cobaan.
Sekarang tergantung kita bagaimana menyingkapi segala cobaan itu.
Posted in
my day
|