gaza dan kemanusiaan

0

Written on 5:25 PM by Gredinov Sumanta Malsad

saat langit dan awan menjadi hitam
malam pun menjadi siang
gedung-gedung menjadi puing berserakan
semua luluh lantah menjadi tanah

ketika harta telah sirna
ketika nyawa telah melayang
apalagi yang kita punya?

ketika kita bersenang-senang
diseberang sana jeritan terdengar
ledakan rudal menjadi kesenangan

ketika musik menjadi penghibur kita
jauh disana, tangisan pilu terdengar
hanya tangisanlah menjadi penghibur hati

ketika kita sibuk dengan hari kita
ketika kita sibuk mau gaul kemana kita
ketika kita sibuk mau belajar apa kita

Mereka disana sibuk menggotong mayat!
mayat sodara mereka,
mayat teman mereka...!!

hanya menonton lah kerjaan kita..
hanya berdoa lah kerjaan kita..
maka mereka akan tetap mati disana..
Buat tragedi kemanusiaan yang menyakitkan di Gaza sana.. Dengan alasan apa pun, itu tetap lah pembunuhan.. Dan kini, bangsa ini, negara ini... dulu pun pernah mengalami hal yang serupa.. Tapi apa yang dilakukan oleh bangsa ini?

Tuhan

0

Written on 2:54 AM by Gredinov Sumanta Malsad

segala puji disembahkan umat kepadamu
tapi mata mereka terbutakan.
tidak melihat segala penindasan saudara mereka.

segala lantunan indah menyebut nama mu tuhan.
tapi telinga mereka tertulikan
tidak mendengar segala jerit tangis saudara mereka

tidakkah pernah kau sentil hati umat mu tuhan.
agar tersentuh atas penderitaan sesama umatnya.
atau kah hati umat mu ini yang sudah mati.

sehingga agama mu, hanya sebagai pencuci dosa.
menjadi alasan agar terhindar panas api neraka.
tuhan tuhan..

Jika umat mu tidak seperti kau inginkan..
ubahlah mereka..

Jika umat mu tidak mau berubah..
maka musnahkanlah mereka..

Kehidupan, Kematian

1

Written on 2:19 AM by Gredinov Sumanta Malsad

Kehidupan, Kematian..
Bukankah itu pasti didapat?
Kenapa kita harus menyesal?

Kehidupan, kematian..
Bukankah itu hal yang wajar?
Kenapa kita musti khawatir?

Kehidupan, Kematian..
Bukankah itu inti dari dunia?
Kenapa kita musti takut?

Kehidupan, kematian..
Bukan sebuah awal dan akhir..
Kenapa kita musti ragu menjalaninya..

Nb : tulisan ini aku persembahkan kepada almarhum Hj. Basri Tamim yang telah berpulang dari sebuah persinggahan yang bernama bumi ini pada tanggal 07 Desember 2008 jam 14.00. Beliau adalah kakek saya yang memberikan banyak masukan kepada saya. Semoga perjalanan beliau di bumi ini akan selalu dikenang oleh para sahabat, dan sanak saudara.

--------------------------------------------------------------------------------- -----------------------------------------------------------------------------------