Written on 5:25 PM by Gredinov Sumanta Malsad
saat langit dan awan menjadi hitam
malam pun menjadi siang
gedung-gedung menjadi puing berserakan
semua luluh lantah menjadi tanah
ketika harta telah sirna
ketika nyawa telah melayang
apalagi yang kita punya?
ketika kita bersenang-senang
diseberang sana jeritan terdengar
ledakan rudal menjadi kesenangan
ketika musik menjadi penghibur kita
jauh disana, tangisan pilu terdengar
hanya tangisanlah menjadi penghibur hati
ketika kita sibuk dengan hari kita
ketika kita sibuk mau gaul kemana kita
ketika kita sibuk mau belajar apa kita
Mereka disana sibuk menggotong mayat!
mayat sodara mereka,
mayat teman mereka...!!
hanya menonton lah kerjaan kita..
hanya berdoa lah kerjaan kita..
maka mereka akan tetap mati disana..
Buat tragedi kemanusiaan yang menyakitkan di Gaza sana.. Dengan alasan apa pun, itu tetap lah pembunuhan.. Dan kini, bangsa ini, negara ini... dulu pun pernah mengalami hal yang serupa.. Tapi apa yang dilakukan oleh bangsa ini?
Posted in
our day
|
Written on 2:54 AM by Gredinov Sumanta Malsad
segala puji disembahkan umat kepadamu
tapi mata mereka terbutakan.
tidak melihat segala penindasan saudara mereka.
segala lantunan indah menyebut nama mu tuhan.
tapi telinga mereka tertulikan
tidak mendengar segala jerit tangis saudara mereka
tidakkah pernah kau sentil hati umat mu tuhan.
agar tersentuh atas penderitaan sesama umatnya.
atau kah hati umat mu ini yang sudah mati.
sehingga agama mu, hanya sebagai pencuci dosa.
menjadi alasan agar terhindar panas api neraka.
tuhan tuhan..
Jika umat mu tidak seperti kau inginkan..
ubahlah mereka..
Jika umat mu tidak mau berubah..
maka musnahkanlah mereka..
Posted in
selingan
|