Lagu cinta Vs Lagu perjuangan

2

Written on 12:17 AM by Gredinov Sumanta Malsad

mungkin banyak yang bertanya, kenapa judulnya Lagu cinta Vs Lagu perjuangan.

Sebenarnya sih judul ini hanya sebagai perumpamaan, dimana gw dalam seminggu ini ketika di jakarta berpikir banyak tentang hidup gw. Lagu cinta menggambarkan sesuatu yang popular sehingga disukai banyak orang, sedangkan lagu perjuangan menggambarkan ketika gw berusaha memperjuangkan sesuatu yang gw anggap benar.

Dalam seminggu ini gw banyak memikirkan kehidupan gw kedepannya ingin seperti apa. Bahkan gw berusaha untuk feedback ke belakang. Well, memory gw ternyata ga cukup bagus untuk mengingat kenangan apa saja yang tersisa di masa SD, SMP, dan SMA. Ketika gw semakin berusaha keras mengingatnya, hasilnya adalah NOTHING!! Tidak ada satu pun kenangan yang sangat berarti di otak gw ketika masa-masa itu. Bukan seperti kebanyakan orang diluar sana, yang memiliki sesuatu untuk di kenang di masa tua nya nanti.

Yah, mungkin ini ga meaning banget buat kebanyakan seseorang. Ketika gw bertanya apa tujuan hidup gw, buat apa gw hidup, kenapa gw hidup dan sebagainya.

Pertanyaan ini sumpah basi banget. Tapi setiap gw bertanya hal itu, semakin gw kehilangan arah. yeah, "i lost in my way" Semakin bingung gw memilih lagu cinta atau lagu perjuangan. Dimana ketika gw memilih lagu cinta, maka gw akan memiliki hidup normal seperti kebanyakan orang jaman ini. Tapi ketika gw memilih lagu perjuangan, maka gw akan berusaha memperjuangkan apa yang gw anggap benar walaupun belum tentu dianggap orang lain benar, lalu mungkin gw akan kehilangan kehidupan normal seperti kebanyakan orang.

Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati gw yang paling dalam, andaikan gw memilih lagu cinta, dan hidup seperti kebanyakan orang. Tapi ketika gw memilih lagu perjuangan, kebanyakan orang disekitar gw tidak menyukai hal itu. Mungkin cara memperjuangkan sesuatu yang gw anggap benar itu salah, atau gw terlalu radikal dalam memperjuangkannya. Semakin gw memilih lagu perjuangan ini, semakin gw merasa sendiri di dunia ini. Semuanya menghilang, teman-teman, masa depan, bahkan kenangan.

Hal ini begitu menyakitkan dan membingungkan buat gw. Terkadang ingin rasanya menyakiti diri sendiri karena gw udah muak dengan rasa sakit dan bingung gw ini. Menangis. Ingin sekali rasanya melakukan itu. Tapi aku cuma bisa pergi kebukit yang tinggi dan melihat pemandangan kota. Merenung disana. Dan bermelankolis disana. Menanti dan terus berjalan. Berharap ada seseorang yang datang memberikan ku sebuah jawaban.
"I'm an idealist.
I don't know where i'm going, but i'm on my way."


kata-kata ku adalah kebisuan yang terkekang
hingga kebisuan itu sirna ditelan hening malam

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

2 Comments

  1. tice |

    "..atau gw terlalu radikal dalam memperjuangkannya."

    iya kak, aku mikirnya gini. mungkin gara2 aku pendengar lagu2 cinta kali ya? hehe

     
  2. Genoveva Hega |

    Mulia bgt!

    Tapi gmn kalo perjuangan itu dilakukan atas dasar cinta??
    Hihihi...

    Karena bahasa cinta mungkin adalah bahasa yg paling mudah dipahami oleh semua orang di muka bumi...

    Kalo berhasil, mungkin lo nggak akan merasa sendirian lagi... karna banyak orang yg akan ngebantu perjuangan lo itu.

    ;)

     

Post a Comment

--------------------------------------------------------------------------------- -----------------------------------------------------------------------------------